8 Juni , bagi sebagian orang hanyalah tanggal dan bulan yang biasa. Tapi tidak dengan aku , 7 tahun sudah aku berpacaran dengan laki-laki yang sangat sabar dan sangat istimewa untuk ku. Laki-laki pekerja keras yang tangguh dan penuh dengan kedewasaan yang selalu mengajari ku banyak hal. Selama 7 tahun pula dia menemaniku..memberiku begitu banyak limpahan kasih sayang yang selalu aku syukuri sebagai Nikmat Allah yang begitu besar.
Banyak sahabat yang bertanya.. Apa tidak bosan menjalani hubungan selama itu? Ketika pertanyaan-pertanyaan itu muncul aku teringat sebuah Quote milik Dewi Lestari dalam Filosofi Kopi-nya . Dia mengatakan bahwa:
"Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada
jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa
bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang?"
Ya..bosan..amarah..kesedihan , kebingungan adalah bumbu sehari-hari dalam hubungan kami. Terkadang mereka muncul begitu saja tanpa alasan yang jelas. Babak kehidupan kami bukan lagi tentang cemburu dan prasangka. Lebih dari itu.. masalah demi masalah muncul hingga pernah membuat kami hampir menyerah dan mengakhiri hubungan ini. Tetapi dalam jeda itulah..kami memaknai bahwa tak lengkap rasanya ketika satu diantara kami hilang.. tidak komplit ketika kesedihan ini dihadapi sendiri-sendiri dengan pijakan berbeda tapi arah dan tujuan kami sama. Belajar dari jeda itulah kita memaknai betapa tidak mampunya kami melangkah sendiri.. memecahkan masalah yang sama sendiri dan berfikir sendiri.
Dalam setiap hubungan kebosanan dan permasalahan adalah wajar.. hanya pertanyaanya apakah kita akan menyerah dengan kebosanan dan permasalahan itu? Apakah siap menjalani hidup yang kamu sendiri sudah terbiasa menjalaninya bersama orang itu? Sebelum memutuskan sesuatu harus difikirkan benar konsekuensi-konsekuensi yang nantinya kita hadapi..sudah siapkah? Gunakanlah jeda , jarak , dan ruang itu untuk memikirkan seberapa mampu kamu tanpanya?
^.^